Senin, 06 September 2010

HAARP PROYEK MENGERIKAN

 

SIAPAKAH PAK KUMIS ITU???

Teknisi terbesar akhir abad 19, Nikola Tesla.
Nikola Tesla lahir pada 10 Juli 1856 dan wafat pada 7 Januari 1943. 


APA HUBUNGANNYA DENGAN HAARP???
Jelas erat hubungannya. Pemikiran dan penemuan Tesla, sudah memberikan konstribusi yang penting bagi ilmu pengetahuan. Beberapa penemuannya yang penting ialah Sinar X atau yang biasa disebut X-Ray. Penemuannya yang tidak kalah penting ialah prinsip "Directed Energy-Weapon".
Tesla menyebutnya dengan Teleforce. Sebuah perangkat yang didasari dari generator Van de Graaff yang besar dengan desain yan unik. Terdiri dari sistem percepatan wolfram atau percepatan merkuri pada kecepatan sekitar 48 kali kecepatan suara. Proyektil ditembakkan dari tabung dengan tolakkan elektrostatistik. Orang-orang di dunia Press menyebutnya sebagai "Sinar Kedamaian" atau "Sinar Kematian". Dan pada tahun 1937, Tesla menyelesaikan risalahnya yang berjudul, "The Art of Projecting Concentrated Non-dispersive Energy through the Natural Media". Dan inilah konsep yang melahirkan High Frequency Active Auroral Program atau yang kita kenal dengan HAARP.
APAKAH HAARP ITU???

Menurut wikipedia, High Frequency Active Auroral Program atau yang lebih dikenal sebagai HAARP adalah sebuah program penelitian ionosfer yang didanai oleh Angkatan Udara Amerika (USAF), Angkatan Laut Amerika Serikat, Universitas Alaska (University of Alaska) dan Defense Advanced Research Project Agency (DARPA), dan dikelola bersama-sama oleh Office of Naval Research (ONR) dan Air Force Research Laboratory. Tidak hanya itu, beberapa Universitas-universitas ternama lain juga turut dalam pengembangan proyek ini, diantaranya adalah Stanford University, University of Massachussets. Program HAARP dimulai pada tahun 1990. Tujuan utamanya ialah meneliti ionosfer dan menyelidiki potensi pengembangan teknologi untuk  perangkat tambahan ionosfer yang berguna untuk komunikasi radio dan keperluan pendataan.

Program daripada HAARP adalah mengoperasikan fasilitas utama di Artik atau yang dikenal dengan HAARP Research Station yang terletak di situs Angkatan Udara dekat Gakona, Alaska. 
Yang paling menonjol dari Stasiun HAARP adalah Ionospherich Research Instrument atau yang dikenal dengan IRI, sebuah fasilitas pemancar frekuensi radio pada band yang berfrekuensi tinggi.  Instrument berikutnya adalah VHF dan UHF Radar, Fluxgate Magnetometer, Digisonde dan Induksi Magnometer yang digunakan untuk mempelajari proses-proses fisik yang terjadi di wilayah yang dirasa menarik untuk diteliti.
Nah, mari kita lihat dua perangkat instrument-instrukment dari HAARP yang sebisa mungkin saya dapatkan. 

Fluxgate Magnometer.
Alat ini dibuat pada era Perang Dunia II. Ditemukan oleh Victor Vacquier. Biasnya, alat tersebut digunakan pada pesawat terbang-tipe terbang rendah-untuk mendeteksi kapal selam. Pada era saat ini, Fluxgate Magnometer digunakan untuk mengukur lubang bor dan tranduser yang bisa kita temukan pada kompas elektronik. Dan peralatan labroraorium untuk mengukur remanent magnetisation. Untuk pengertian transduser sendiri, bisa Anda lihat di sini. Gambar diatas adalah protype suatu Fluxgate Magnometer.


Digisonde
 Adalah perangkat digital modern yang digunakan untuk menentukan karakteristik ionosfer di sekitar alat. Sebuah digisonde terdiri dari sebuah pemancar radio, penerima dan asosiasi pengirim dan penerima. Lebih jelasnya bisa Anda temukan di sini.

Lanjut mengenai HAARP, HAARP memancarkan sinyal  sebesar 3. 6 MW, di wilayah MHz 2,8-10 dari band HF ke ionosfer. Sinyal ini mampu berdenyut terus menerus. Hasilnya diperiksa pada instrumen-instrumen terkait, termasuk VHF dan UHF radar, penerima HF, dan kamera optik. Hal tersebut menurut tim HAARP, akan mampu memajukan studi proses alami dasar yang terjadi di ionosfer dibawah pengaruh alam, tetapi masih sangat terpengaruh oleh interaksi Matahari, seperti halnya dampak ionosfer alami terhadap sinyal radio. 
Hal ini akan memungkinkan para ilmuwan untuk mengembangkan teknik untuk meningkatkan kemampuan komunikasi GPS dan sistem navigasi. Sehingga akan berdampak postif pula pada sektor sipil dan militer. Contoh utamanya adalah, peningkatan observasi mengenai kedalam air dan kedalaman bawah tanah. Pada kapal selam, misalnya, mampu melakukan indraja (penginderaan jarak jauh) mengenai kandungan mineral di bawah permukaan Bumi. Bahkan aplikasi ini mampu memetakan kompleks bawah tanah negara-negara seperti Iran maupun Korea Utara.


SIAPAKAH YANG MENGGUNAKAN HAARP???
 Project ini dikerjakan bersama oleh US Air Force, US Navy Force, dan University of Alaska.

US NAVY logo
---------------------
Penjelasan
Dikatakan bahwa proyek ini mirip dengan beberapa pemanas ionospheric yang tersebar di seluruh dunia dan memiliki bagian besar diagnostik instrumen yang memfasilitasi penggunaannya untuk meningkatkan pemahaman ilmiah yg berkenaan dgn ionosfir dinamika. Walaupun ditakutkan akan digunakan sebagai senjata pemusnah massal, ilmuwan yang terlibat dalam aeronomy, ruang sains, atau fisika plasma mengabaikan ketakutan ini sebagai teori yang tak berdasar.
HAARP BISA NGAPAIN AJA???

Dapat Mengatur Cuaca

Kok Bisa? Caranya dengan menentukan satu titik lokasi ionosphere yang akan dipanaskan, lalu tekanan yang berada di atmosfer juga akan naik. Maka tekanan yang terbentuk dikumpulkan di satu titik dan terbentuklah manipulasi jetstream (arus jet). Tapi HAARP belum sempurna dan masih dalam tahap pengetesan (di seluruh dunia). Dicurigakan HAARP sudah dalam tahap beta pada tahun 2004, ini terbukti ketika batasan badai tornado yang terjadi dalam satu tahun dilanggar oleh alam. Jika satu tahun batas maksimal badai hanya terjadi 4 kali, tahun 2004 terjadi sebanyak 6 kali.
sumber
sumber

Statistik keadaan udara di alaska (2005) setelah HAARP dicurigai
Quote:
Dapat Melindungi Dari Bahaya Nuklir

Teknologi HAARP dapat mendeteksi benda frekuensi sinyal rendah seperti pesawat dan missile melalui udara, sehingga membuat teknologi lainnya kalah canggih. HARP juga didukung oleh Radar Cakrawala atau Over The Horizon Radar, yaitu radar yang mencakup seluruh dunia karena penghubungnya adalah atmosfer. Tidak dapat diragukan lagi akurasi dari radar HAARP tersebut. Bahkan saat ini lokasi setiap daerah di bumi dapat diketahui dengan jelas, lebih baik dari satelit karena HAARP masih berada di bawah atmosfer.
Quote:
Mempengaruhi Pikiran Manusia

Dengan mengirimkan EXTREMELY LOW FREQUENCY (ELF) RADIATION ke otak manusia, HAARP bisa mengontrol mood manusia. untuk lebih jelasnya, lihat teori di spoiler
Spoiler for teori:

Pada dasarnya otak besar manusia bekerja pada 1-30 Pulse/Sec-nya. Dan dalam putaran perdetiknya, terdapat frekuensi hertz.
  • Delta (1-4/sec), Keadaan tidur
  • Theta (4-7/sec), Keadaan mengantuk atau baru bangun, dan juga ini merupakan saat otak manusia masih berusia balita.
  • Alpha (7-12/sec), Keadaan Normal dan belajar
  • Beta (tak terhitung), Keadaan Marah atau sedang dalam emosi yang tinggi

Dengan gelombang rendah HAARP, bisa dikatakan manusia dapat dimanipulasi dengan HAARP.

sumber

Cara kerja HAARP
Jadi kesimpulannya, selama HAARP digunakan untuk tujuan yang baik, tidak akan ada masalah sebenarnya. Tapi pengetesan HAARP menimbulkan perubahan iklik dan unsur² bumi menjadi tidak stabil yang juga akan mempercepat proses global warming.


Ini gambar HAARP :

3 komentar:

  1. takut........ berdoa semoga alat itu digunakan buat kebaikan amiiin

    BalasHapus